INFO
  •  SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PEMERINTAH KABUPATEN BOVEN DIGOEL 
  •  " NUP BAGEN NGGUP BAGENNEP, NGGUP BAGENNEP NUP BAGEN ( SAYA ADA KARENA KAMU ADA, KAMU ADA KARENA SAYA ADA)" 
Pemerintah Kabupaten Bovendigoel

AKSI DEMO PENOLAKAN MIRAS, PRAKTEK PROSTITUSI DAN PENYEBARAN NARKOBA

Rabu, 4 Maret 2020

 

Aksi demo yang dilakukan oleh mayarakat dari unsur lima suku besar yang mendiami wilayah Kabupaten Boven Digoel ini (Mandobo, Wambon, Muyu, Auyu, Kombay/Koroway)  dengan melakukan longmars dari lapangan Trikora sampai lapangan kantor Bupati Boven Digoel dengan di kawal oleh aparat keamanan. Setelah hari Senin kemarin juga sudah melakukan aksi demo terkait penolakan peredaran miras, prostitusi, narkoba dan penyakit sosial lainnya, aksi demo di lanjutkan kembali, selasa, 3/02/20  dengan tuntutan yang sama.
Koordinator aksi Septinus Ambokay mengatakan, aksi hari ini di lakukan untuk meminta kepada Pemerintah Daerah, DPRD serta unsur Forkompimda Boven Digoel untuk menjawab dan menindak lanjuti tuntutan dari aksi demo tersebut. Pemerintah Daerah, DPRD serta unsur Forkompimda harus mengambil tindakan nyata untuk menghilangkan miras dari Boven Digoel serta menutup tempat-tempat prostitusi yang berkedok warung makan yang selama ini terus berkembang di dalam kota Tanah Merah tegasnya.
Menjawab tuntutan massa Wakil Bupati, H. Chaerul Anwar, ST mengatakan siap menyanggupi tuntutan massa dengan langkah nyata  yaitu langsung memerintahkan dinas terkait hal ini Satuan Polisi Pamong Praja agar bertindak  dengan melakukan sweeping pada penjual miras yang akan di bantu oleh pihak TNI-POLRI. Sementara untuk tempat prostitusi berkedok warung makan akan langsung di gembok bangunannya dan akan mencabut Ijin usahanya, karena Ijin usaha yang diberikan oleh pemerintah daerah selama ini, telah disalah gunakan. Hal senada disampaikan oleh Sekda  Boven Digoel Yoseph Awunim, S.Sos yang mengatakan sangat prihatin melihat kondisi daerah dengan bebasnya peredaran miras dan praktek prostitusi diwilayah ini, dan menyambut positif niat baik masyarakat menolak miras dan praktik prostitusi terselubung di Boven Digoel. Sekda juga menegaskan agar masyarakat juga harus ikut mengawal dan mengawasi serta membantu pemerintah daerah, TNI-POLRI  dalam memberantas minuman keras, prostitusi, narkoba dan berbagai penyakit sosial lainnya yang ada di Kabupaten Boven Digoel. ( admin, 04/03/2020)

 

Simpan sebagai :

Berita terkait :