Pemkab Boven Digoel Kawal Ketat Penyaluran Bantuan Pangan
Tanah Merah, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel menegaskan komitmennya untuk mengawal penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat agar tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan hingga ke tingkat distrik dan kampung, Selasa (6/1/2026).
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba, bersama Wakil Bupati Marlinus, saat melakukan pengecekan kualitas bantuan pangan berupa beras Bulog dan minyak goreng merek Kita sebelum didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.
Bupati Roni Omba memastikan bahwa bantuan pangan yang akan disalurkan telah memenuhi standar kualitas dan layak konsumsi. Pengecekan dilakukan secara langsung bersama Wakil Bupati dan jajaran terkait sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah.
“Kami sudah mengecek langsung kualitas beras dan minyak goreng. Kualitasnya sangat layak untuk didistribusikan kepada masyarakat,” ujar Bupati Roni Omba.
Ia menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan pangan. Menurutnya, selama ini masih terdapat wilayah yang mengalami kendala distribusi sehingga tidak seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat bantuan pemerintah.
“Kami ingin memastikan bantuan pangan ini benar-benar tersalurkan sampai ke bawah, kepada masyarakat yang berhak menerima. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan karena kendala distribusi,” tegasnya.
Untuk meminimalkan potensi salah sasaran, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel akan melakukan koordinasi dan monitoring berkelanjutan bersama dinas terkait, aparat distrik, kepala kampung, serta penyedia dan transportir yang ditunjuk pemerintah pusat.
“Bantuan ini adalah bantuan pemerintah pusat, sehingga wajib kita kawal dan monitor sampai betul-betul diterima oleh masyarakat,” tambahnya.
Roni Omba juga menilai bantuan pangan ini sangat penting bagi masyarakat, khususnya di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok akibat faktor cuaca dan hambatan distribusi. “Bantuan seperti ini sangat diharapkan masyarakat, terutama beras sebagai kebutuhan pokok. Ini cukup efektif membantu masyarakat, khususnya yang secara ekonomi kurang mampu,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Boven Digoel Marlinus menegaskan tidak ada alasan bantuan pangan tidak sampai ke masyarakat, mengingat seluruh kebutuhan penyaluran, termasuk biaya transportasi, telah disiapkan oleh pemerintah pusat. “Kalau bantuan ini tidak sampai ke masyarakat, berarti ada yang perlu dipertanyakan. Semua sudah disiapkan, baik beras, minyak goreng, maupun biaya transportasinya,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan turun langsung melakukan monitoring ke distrik dan kampung. Jika ditemukan bantuan yang tidak tersalurkan, akan dilakukan evaluasi serta koordinasi ulang dengan aparat distrik dan kepala kampung.
Marlinus juga menyoroti wilayah dengan tingkat kesulitan akses tinggi, seperti Distrik Ambatkwi. Meski demikian, kondisi geografis tidak boleh menjadi penghambat penyaluran bantuan.
“Distrik Ambatkwi memang sangat sulit dijangkau, namun tingkat kesulitan ini tidak boleh menjadi alasan. Bagaimanapun caranya, bantuan harus sampai kepada saudara-saudara kita di sana,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Boven Digoel, Felisita M. Tuwok, menjelaskan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah pusat tahun 2025 yang baru disalurkan pada Januari 2026 akibat keterlambatan proses distribusi.
“Bantuan ini sebenarnya untuk periode Oktober–November 2025. Karena ada tambahan bantuan minyak goreng dan proses distribusi dari Merauke, maka penyalurannya baru dilakukan sekarang,” jelasnya.
Ia menyebutkan bantuan yang disalurkan berupa beras Bulog dan minyak goreng dengan kualitas medium yang telah diperiksa dan dinyatakan layak. Penyaluran dilakukan berdasarkan data penerima manfaat dari Kementerian Sosial. “Jumlah penerima manfaat mengalami perubahan, dari sekitar 3.000 menjadi kurang lebih 5.000 penerima manfaat,” ungkapnya.
Untuk distribusi, pemerintah pusat telah menunjuk transportir resmi dan menanggung seluruh biaya hingga ke tingkat distrik dan kampung. Dinas Ketahanan Pangan bersama Bulog bertugas melakukan pengawasan agar bantuan tepat sasaran.
Felisita juga berharap peran aktif kepala distrik dan kepala kampung dalam memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang namanya terdaftar serta digunakan sesuai peruntukannya. “Kami harap bantuan ini benar-benar diterima oleh yang berhak dan digunakan untuk kebutuhan makan, bukan untuk diperjualbelikan,” pungkasnya.
Dengan pengawalan dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap penyaluran bantuan pangan dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh distrik, termasuk wilayah dengan akses sulit.
(MC Boven Digoel/Carukh)